Fenomena ini sering menimbulkan persepsi keliru. Inilah alasan utama mengapa pondasi rumah terlihat kecil saat dibangun, namun terasa besar setelah selesai.
2. Sebagian Pondasi Tertanam di Dalam Tanah
Perlu diketahui bahwa pondasi yang kuat justru berada di bawah permukaan tanah. Bagian ini tidak terlihat, tetapi memiliki peran terbesar dalam menahan beban bangunan.
Semakin dalam dan stabil tanahnya, semakin efektif pondasi tersebut, meskipun secara kasat mata terlihat sederhana.
3. Tahapan Konstruksi yang Bertahap
Pembangunan rumah dilakukan secara bertahap:
- Galian tanah
- Pemasangan pondasi
- Pengecoran sloof
- Pemasangan dinding
- Struktur atas (kolom, balok, atap)
Pada tahap pondasi, elemen struktur lain belum terpasang. Ini membuat skala bangunan belum terbentuk secara visual.
Baca Juga: Revolusi Digital 2026: Dari AI hingga Kehidupan Sehari-hari
Mengapa Setelah Selesai Rumah Terasa Lebih Besar dan Kokoh?
1. Integrasi Struktur Bangunan
Setelah dinding, kolom, dan balok terpasang, pondasi bekerja sebagai satu kesatuan struktur. Beban bangunan menyebar secara merata, menciptakan kesan rumah yang lebih besar, kokoh, dan stabil.
Di sinilah banyak orang akhirnya memahami mengapa pondasi rumah terlihat kecil saat dibangun, namun terasa besar setelah selesai.
2. Perubahan Persepsi Ruang
Ketika rumah sudah jadi:
- Ada tinggi dinding
- Ada luas lantai
- Ada volume ruang
Otak manusia lebih mudah memahami skala ketika objek sudah lengkap. Pondasi yang tadinya tampak kecil kini terasa “masuk akal” karena mendukung bangunan secara proporsional.
Editor : Aryafdillahi HS