- Rasa terbakar di dada (heartburn)
- Sensasi asam atau pahit di mulut
- Nyeri dada yang menyerupai serangan jantung
- Sulit menelan
- Batuk kronis atau suara serak
- Mual dan perut kembung
Jika gejala ini muncul lebih dari dua kali seminggu, besar kemungkinan kondisi tersebut sudah mengarah pada GERD dan memerlukan penanganan medis.
Dampak GERD Jika Tidak Ditangani
Berdasarkan pengalaman klinis dan literatur medis, GERD yang dibiarkan tanpa pengobatan dapat menyebabkan komplikasi serius, seperti:
Baca Juga: Memahami Inner Child: Kunci Penyembuhan Luka Emosional Masa Kecil
● Esofagitis
Peradangan pada dinding kerongkongan akibat paparan asam lambung terus-menerus.
● Penyempitan Kerongkongan
Luka yang berulang dapat menyebabkan jaringan parut dan menyulitkan proses menelan.
● Barrett’s Esophagus
Perubahan sel pada kerongkongan yang meningkatkan risiko kanker esofagus.
Inilah mengapa GERD, Penyakit Asam Lambung yang Bisa Menyerang Siapa Saja perlu ditangani secara serius sejak dini.
Cara Mengelola dan Mencegah GERD
1. Perubahan Pola Makan
- Makan dalam porsi kecil tapi sering
- Hindari makanan pemicu asam lambung
- Jangan langsung berbaring setelah makan
2. Perbaikan Gaya Hidup
- Menurunkan berat badan jika berlebih
- Berhenti merokok
- Mengelola stres dengan baik
3. Pengobatan Medis
Dokter dapat meresepkan obat seperti antasida, H2 blocker, atau proton pump inhibitor (PPI) sesuai tingkat keparahan GERD. Penggunaan obat sebaiknya di bawah pengawasan tenaga medis untuk menjaga keamanan dan efektivitas.
Kapan Harus ke Dokter?
Segera konsultasikan ke dokter jika:
- Gejala tidak membaik meski sudah mengubah pola hidup
- Nyeri dada hebat dan menjalar
- Sulit menelan atau muntah darah
- Berat badan turun tanpa sebab jelas
Tindakan dini menunjukkan kepedulian terhadap kesehatan dan mencegah komplikasi jangka panjang.
Editor : Aryafdillahi HS