3. Defisit Kalori Lebih Terkontrol
Dengan waktu makan yang lebih terbatas, banyak orang secara tidak sadar mengonsumsi kalori lebih sedikit tanpa merasa “diet”.
Jenis-Jenis Metode Diet IF yang Populer
1. Metode 16:8
Puasa selama 16 jam dan makan dalam jendela 8 jam. Contoh: makan pukul 12.00–20.00. Metode ini paling umum dan relatif mudah untuk pemula.
2. Metode 14:10
Puasa 14 jam dan makan 10 jam. Cocok bagi pemula yang masih beradaptasi.
3. Metode 5:2
Makan normal selama 5 hari, lalu membatasi kalori (sekitar 500–600 kalori) selama 2 hari dalam seminggu.
4. Eat Stop Eat
Puasa penuh selama 24 jam, dilakukan 1–2 kali seminggu. Metode ini membutuhkan adaptasi dan sebaiknya tidak dilakukan tanpa persiapan.
Baca Juga: Mengenal Super Flu: Gejala, Penyebab, dan Cara Pencegahannya
Manfaat Diet IF Selain Menurunkan Berat Badan
Berdasarkan pengalaman banyak pelaku diet IF dan literatur kesehatan, manfaatnya tidak hanya terbatas pada angka timbangan.
- Membantu mengontrol gula darah
- Meningkatkan sensitivitas insulin
- Mendukung kesehatan metabolik
- Membantu fokus dan kejernihan mental
- Mendukung proses perbaikan sel (autophagy)
Namun, hasil bisa berbeda pada setiap individu tergantung gaya hidup, pola makan, dan kondisi kesehatan.
Apakah Diet IF Aman untuk Semua Orang?
Meskipun terdengar sederhana, diet IF tidak selalu cocok untuk semua orang. Beberapa kondisi yang perlu berhati-hati atau berkonsultasi dengan tenaga medis antara lain:
- Ibu hamil atau menyusui
- Penderita diabetes tipe tertentu
- Orang dengan riwayat gangguan makan
- Individu dengan kondisi medis kronis
Pendekatan yang aman dan bertanggung jawab adalah bagian penting dalam mengenal Diet IF: Metode Puasa Berkala untuk Menurunkan Berat Badan secara benar dan berkelanjutan.
Editor : Aryafdillahi HS