Selain lumut, jamur juga dapat muncul akibat kondisi lembap yang berlangsung dalam waktu lama. Keberadaan jamur dan lumut dapat menyebabkan bau tidak sedap pada air.
3. Penumpukan Sedimen dan Kotoran
Air yang berasal dari sumber tertentu sering membawa partikel kecil seperti pasir, tanah, atau lumpur. Dalam jangka waktu panjang, partikel tersebut akan mengendap di dasar toren.
Penumpukan sedimen dapat menyebabkan:
- Air terlihat keruh.
- Aliran air menjadi kurang lancar.
- Sistem pompa bekerja lebih berat.
- Pipa lebih cepat mengalami penyumbatan.
4. Menurunnya Kualitas Air
Air yang tersimpan dalam toren kotor biasanya mengalami perubahan kualitas secara bertahap. Beberapa tanda yang sering muncul antara lain:
- Air berwarna kekuningan.
- Muncul bau tidak sedap.
- Terdapat partikel mengambang.
- Rasa air berubah jika digunakan untuk konsumsi setelah proses penyaringan.
Kondisi ini tentu tidak ideal untuk kebutuhan rumah tangga maupun bisnis.
5. Berisiko Menimbulkan Gangguan Kesehatan
Kontaminasi bakteri, jamur, maupun kotoran dapat meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan, seperti:
- Gangguan pencernaan.
- Iritasi kulit.
- Infeksi tertentu akibat paparan mikroorganisme.
- Menurunnya kualitas sanitasi rumah tangga.
Meskipun tidak semua air dari toren digunakan untuk diminum secara langsung, kualitas air yang buruk tetap dapat memengaruhi kesehatan dalam jangka panjang.
Tanda-Tanda Toren Air Perlu Segera Dibersihkan
Banyak orang baru menyadari kondisi toren setelah muncul masalah pada kualitas air. Padahal, ada beberapa tanda yang dapat dijadikan indikator bahwa toren perlu segera dibersihkan.
Air Mulai Keruh
Jika air yang keluar dari keran terlihat tidak sejernih biasanya, kemungkinan terdapat endapan atau kotoran yang menumpuk di dalam toren.
Muncul Bau Tidak Sedap
Bau apek, amis, atau bau tidak biasa dapat menjadi tanda adanya bakteri, lumut, maupun jamur di dalam tangki.
Editor : Aryafdillahi HS