Baca Juga: Mengenal Diet IF: Metode Puasa Berkala untuk Menurunkan Berat Badan
3. Potensi Wabah
Beberapa wabah virus Nipah tercatat terjadi di Asia Selatan dan Asia Tenggara. Mobilitas manusia yang tinggi membuat risiko penyebaran lintas negara menjadi semakin besar.
Inilah alasan mengapa pesan Waspada Virus Nipah, Penyakit Berbahaya yang Masih Jarang Dikenal menjadi sangat relevan untuk disebarluaskan.
Cara Penularan Virus Nipah
Virus Nipah dapat menular melalui beberapa jalur, antara lain:
Penularan dari Hewan ke Manusia
- Kontak langsung dengan cairan tubuh hewan terinfeksi
- Mengonsumsi buah atau produk makanan yang terkontaminasi air liur atau urin kelelawar
- Konsumsi nira atau sari kurma mentah yang terkontaminasi
Penularan Antar Manusia
- Kontak dekat dengan penderita
- Paparan droplet pernapasan
- Kontak dengan cairan tubuh seperti darah atau air liur
Penularan antar manusia inilah yang membuat virus Nipah sangat berbahaya dan berpotensi menyebabkan wabah.
Gejala Infeksi Virus Nipah
Gejala virus Nipah bisa bervariasi, mulai dari ringan hingga berat. Gejala awal sering kali tidak spesifik, sehingga sulit dikenali.
Baca Juga: Di Antara Langkah dan Hening: Manfaat Naik Gunung bagi Tubuh dan Jiwa
Gejala Awal
- Demam
- Sakit kepala
- Nyeri otot
- Mual dan muntah
- Sakit tenggorokan
Gejala Lanjutan
- Gangguan pernapasan
- Penurunan kesadaran
- Kejang
- Radang otak (ensefalitis)
- Koma
Dalam banyak kasus, kondisi pasien dapat memburuk hanya dalam beberapa hari. Oleh karena itu, deteksi dini sangat krusial.
Siapa yang Berisiko Tinggi Terinfeksi?
Beberapa kelompok memiliki risiko lebih tinggi terhadap infeksi virus Nipah, di antaranya:
- Peternak dan pekerja sektor hewan
- Tenaga kesehatan
- Masyarakat yang tinggal di daerah dengan populasi kelelawar buah
- Orang yang sering mengonsumsi buah mentah tanpa dicuci bersih
Baca Juga: Apakah Minum Americano Setiap Hari Bisa Menurunkan Berat Badan?
Editor : Aryafdillahi HS