Komitmen dianggap membutuhkan kesiapan mental, waktu, dan energi. Karena itu, HTS sering dipilih sebagai “jalan tengah” agar tetap bisa merasakan kedekatan tanpa terikat aturan hubungan.
2. Pengaruh Media Sosial
Media sosial membuat interaksi menjadi lebih mudah dan cepat. Kedekatan bisa terjalin hanya lewat chat intens setiap hari. Sayangnya, komunikasi digital juga sering menciptakan hubungan yang ambigu.
Baca Juga: Hormati Proses Hukum, Ahmad Dedi Bantah Lari karena Dugaan Terlibat Suap
Banyak anak muda merasa nyaman menjalani hubungan virtual tanpa harus mendefinisikan status secara jelas. Hal inilah yang memperkuat fenomena HTS di kalangan anak muda: nyaman tanpa kepastian.
3. Fokus pada Karier dan Pendidikan
Tidak sedikit anak muda yang merasa belum siap menjalani hubungan serius karena ingin fokus mengejar pendidikan atau karier. Mereka memilih HTS karena dianggap lebih fleksibel dan tidak terlalu mengikat.
4. Takut Kehilangan
Beberapa orang mempertahankan HTS karena takut kehilangan seseorang yang sudah membuat mereka nyaman. Akibatnya, mereka tetap bertahan meskipun hubungan tersebut tidak memiliki arah yang jelas.
Dampak Positif HTS
Meskipun sering dipandang negatif, HTS juga memiliki beberapa sisi positif jika dijalani dengan komunikasi yang sehat.
Kebebasan Lebih Besar
Tanpa status resmi, kedua pihak biasanya merasa lebih bebas menjalani kehidupan pribadi tanpa tekanan berlebihan.
Minim Tuntutan
HTS sering dianggap lebih santai karena tidak memiliki ekspektasi hubungan yang terlalu tinggi seperti hubungan pacaran pada umumnya.
Belajar Mengenal Pasangan
Sebagian orang menjadikan HTS sebagai tahap untuk saling mengenal karakter sebelum memutuskan menjalin hubungan serius.
Editor : Aryafdillahi HS