LABVIRAL

Kenapa Konten Viral Cepat Dilupakan? Ini Penjelasan Psikologinya

Kenapa Konten Viral Cepat Dilupakan? Ini Penjelasan Psikologinyal (Sumber : freepik/magnific.com)

Akibatnya, siklus viral menjadi semakin pendek. Konten yang kemarin ramai bisa saja tenggelam hanya dalam hitungan hari. Tren video pendek bahkan masih menjadi format hiburan digital yang paling banyak dikonsumsi masyarakat Indonesia.

Terlalu Banyak Informasi Membuat Kita Mudah Lupa

Fenomena lain yang terjadi di era digital adalah information overload atau banjir informasi.

Dalam satu jam saja, seseorang bisa melihat ratusan video, puluhan berita, hingga berbagai meme yang berbeda. Jumlah informasi yang sangat besar membuat otak tidak mampu menyimpan semuanya sebagai memori jangka panjang.

Hanya konten yang benar-benar memberikan emosi kuat, inspirasi, atau pengalaman pribadi yang biasanya bertahan lebih lama dalam ingatan.

Viral Belum Tentu Berkualitas

Banyak orang menganggap sesuatu yang viral pasti bagus. Padahal, keduanya adalah hal yang berbeda.

Konten bisa menjadi viral karena lucu, mengejutkan, kontroversial, atau bahkan memancing perdebatan. Namun, tidak semua konten tersebut memiliki nilai yang membuat orang ingin mengingatnya dalam waktu lama.

Sebaliknya, ada pula konten edukatif atau inspiratif yang tidak langsung viral, tetapi terus dicari orang bertahun-tahun kemudian karena tetap relevan.

Nostalgia Sering Membuat Tren Lama Kembali

Menariknya, sesuatu yang sudah lama dilupakan bisa kembali populer. Beberapa waktu terakhir, media sosial diramaikan tren nostalgia yang mengajak pengguna mengingat kembali gaya, lagu, hingga meme dari satu dekade lalu.

Fenomena ini menunjukkan bahwa internet memiliki "siklus memori" di mana tren lama dapat hidup kembali ketika dikemas dengan cara baru.

Karena itu, tidak sedikit lagu lawas, film lama, hingga gaya berpakaian yang kembali menjadi pembicaraan hanya karena digunakan dalam sebuah video viral.

Editor : Aryafdillahi HS

Tags :
BERITA TERKAIT