LABVIRAL.COM - Motor menjadi pilihan favorit sebagai moda transportasi bagi banyak orang saat ini. Tak hanya karena aspek ekonomisnya dibanding mobil, tapi juga karena dianggap sebagai solusi efektif untuk menghindari kemacetan lalu lintas.
Kelebihan lainnya adalah kemampuannya untuk manuver fleksibel, memungkinkan pengendara mencapai tujuan dengan cepat dan efisien.
Namun, dibalik kenyamanan dan kepraktisan ini, terdapat risiko kesehatan yang mungkin terlupakan oleh banyak pengguna motor. Setidaknya ada tujuh penyakit yang dapat mengintai pengendara motor setiap hari.
Baca Juga: Cara Menghemat Bensin untuk Pengendara Motor Matic
1. Gangguan saluran pernapasan
Salah satu risiko penyakit terbesar mengintai pengendara motor adalah gangguan pada saluran pernapasan seperti Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), bronkitis, atau bahkan Tuberkulosis (TBC).
Paparan udara keras yang mengenai dada saat mengendarai motor, menjadi pemicu utama dari penyakit-penyakit ini.
Oleh karena itu, pengendara disarankan untuk selalu mengenakan jaket guna melindungi tubuh dan juga masker untuk mencegah debu masuk ke dalam sistem pernapasan melalui hidung
2. Tinnitus
Apakah kamu sering mengalami telinga berdenging? Jika iya, hal tersebut mungkin disebabkan oleh seringnya bermotor dalam jarak jauh dan frekuensi yang terlalu sering. Kekurangan perlindungan pada kepala saat berkendara dapat menjadi penyebab utama dari kondisi ini.
Oleh karena itu, sangat penting untuk selalu mengenakan helm sesuai dengan standar setiap kali kamu berkendara.
Baca Juga: Kenapa Dilarang Memanaskan Motor di dalam Ruangan?
3. Jerawat
Asap dari lalu lintas bukan hanya ancaman bagi sistem pernapasan, tetapi juga dapat menyebabkan gangguan pada kulit seperti jerawat.
Hal ini tentunya dapat mengganggu kenyamanan, terutama bagi perempuan.
Oleh karena itu, sangat disarankan untuk mengambil langkah-langkah pencegahan seperti menggunakan masker anti-debu dan membersihkan wajah secara teratur setelah perjalanan menggunakan motor.
4. Nyeri pada tubuh tertentu
Perjalanan jarak jauh juga meningkatkan risiko nyeri dan kram pada beberapa bagian tubuh, seperti pinggul, bahu, punggung, atau lutut.
Untuk mengurangi ketidaknyamanan ini, penting untuk melakukan peregangan dan senam ringan sebelum atau setelah berkendara, serta berjalan santai untuk melemaskan otot-otot tubuh.
5. Saraf terjepit
Pengendara motor yang sering menghadapi perjalanan intensif harus mewaspadai potensi terjepitnya saraf, yang dikarenakan getaran yang dihasilkan oleh motor dalam jangka panjang yang dapat menyebabkan kerusakan pada saraf.
Oleh karena itu, disarankan untuk rutin berolahraga guna melatih kekuatan saraf, dan juga meningkatkan asupan kalsium dan protein dalam makanan untuk memperkuat otot.
Baca Juga: Harga Mobil Bekas Hyundai Avega, Keluaran 2007 Setara Motor Matic 160 CC
6. Mata kering
Mata kering juga merupakan keluhan umum bagi pengendara motor akibat paparan angin, asap dan polusi yang mengenai wajah dan mata selama berkendara.
Untuk mengatasi hal ini, disarankan untuk selalu membawa obat tetes mata dalam tas sehingga jika mata terasa kering, kamu dapat segera mengatasinya dengan obat tetes mata yang selalu kamu bawa di tas.
7. Wasir
Penyakit wasir atau hemaroid juga menjadi risiko yang harus diwaspadai. Hal ini disebabkan oleh tekanan yang berlebihan pada pembuluh darah di area anus atau rektum akibat duduk terlalu lama saat berkendara motor.
Oleh karena itu, sangat penting untuk berhenti dan istirahat setidaknya setiap satu jam sekali jika kamu melakukan perjalanan panjang dengan motor.
Dengan mengetahui resiko-resiko penyakit ini, diharapkan kamu dapat lebih berhati-hati dan mempertimbangkan tindakan pencegahan saat menggunakan motor sebagai moda transportasi pilihan kamu.***
Editor : Bonifasius Sedu Beribe