LABVIRAL

Viral Sikap Tenang Kamari Sky di Pernikahan Ibunda, Apakah Kunci Utamanya Benar-benar Bebas Gula?

Viral Sikap Tenang Kamari Sky di Pernikahan Ibunda, Apakah Kunci Utamanya Benar-benar Bebas Gula? (Sumber : Instagram/jenniferhubner)

Labviral.com - Momen pernikahan Jennifer Coppen dan Justin Hubner beberapa waktu lalu tidak hanya menyita perhatian karena kemewahan dan romantismenya. Sosok kecil bernama Kamari Sky Wassink justru menjadi perbincangan hangat di media sosial. Bagaimana tidak, balita yang masih dalam usia emas ini terlihat begitu tenang dan kooperatif di tengah acara yang panjang, ramai, dan penuh tamu undangan.

Sikap anteng Kamari yang berhasil merebut perhatian publik lantas memicu pertanyaan besar. Banyak warganet yang penasaran, apa rahasia di balik ketenangan seorang balita di acara sebesar dan seramai pernikahan artis? Jawaban yang muncul dan ramai diperbincangkan adalah pola makan Kamari yang minim atau tanpa gula tambahan.

Jennifer sendiri pernah mengungkap bahwa Kamari tidak diperkenalkan pada makanan manis sejak usia sangat dini. Ia lebih banyak mengonsumsi makanan alami. Dari sini, muncullah asumsi yang cepat menyebar: anak tenang karena tidak makan gula. Namun, benarkah sesederhana itu?

Baca Juga: 5 Trik Jitu Membuat Air Aquarium Tetap Jernih Lebih Lama, Ikan Sehat dan Aquarium Makin Indah

Mitos Sugar Rush yang Masih Dipercaya Banyak Orang

Selama bertahun-tahun, banyak orang percaya bahwa gula membuat anak langsung hiperaktif. Setelah makan kue, minum minuman manis, atau pulang dari pesta ulang tahun, anak terlihat lebih aktif dan sulit diam. Fenomena ini dikenal sebagai sugar rush.

Masalahnya, penelitian ilmiah belum menemukan bukti kuat bahwa konsumsi gula secara langsung menyebabkan anak menjadi hiperaktif. Sejumlah studi yang membandingkan kelompok anak dengan konsumsi gula dan pemanis buatan menunjukkan bahwa perubahan perilaku yang terlihat sering kali tidak berbeda secara signifikan.

Menariknya, dalam beberapa penelitian lain, orang tua yang percaya anaknya baru mengonsumsi gula cenderung menilai anak menjadi lebih aktif, bahkan ketika sebenarnya anak tersebut tidak mengonsumsi gula sama sekali. Artinya, ekspektasi orang dewasa kadang ikut membentuk persepsi.

Selain itu, makanan manis biasanya hadir bersamaan dengan suasana yang memang membuat anak lebih bersemangat: pesta, liburan, bermain bersama teman, atau lingkungan yang lebih bebas dari aturan harian.

Baca Juga: Dana Kembali, Senyum Hermawati Pulih: Terimakasih BNI

Membatasi Gula Tetap Ada Manfaatnya, Tapi Beda Konteks

Meski sugar rush masih diperdebatkan, bukan berarti pembatasan gula tidak berguna. Justru di sinilah sering terjadi salah paham. Membatasi gula tambahan tetap dianjurkan dalam pola makan anak karena berkaitan dengan kestabilan energi, kualitas tidur, kesehatan gigi, dan pembentukan pola makan jangka panjang.

Editor : amanda

Tags :
BERITA TERKAIT