LABVIRAL

Penyebab Overthinking pada Remaja dan Dampaknya terhadap Kesehatan Mental

Penyebab Overthinking pada Remaja dan Dampaknya terhadap Kesehatan Mental (Sumber : PIXABAY / Mohamed_hassan)

LABVIRAL.COM - Overthinking atau berpikir berlebihan menjadi salah satu masalah kesehatan mental yang semakin sering dialami oleh remaja.

Di tengah masa perkembangan yang penuh perubahan, tuntutan akademik, sosial, dan emosional membuat banyak remaja terjebak dalam pola pikir yang berulang dan sulit dikendalikan.

Artikel ini akan membahas secara mendalam penyebab overthinking pada remaja dan dampaknya terhadap kesehatan mental, sekaligus memberikan pemahaman yang bermanfaat bagi remaja, orang tua, dan pendidik.

Baca Juga: Ngopi Jalan, Tabungan Aman: Cara Gen Z Kelola Keuangan

Mengapa Overthinking Rentan Terjadi pada Remaja? 

Masa remaja merupakan fase transisi dari anak-anak menuju dewasa. Pada tahap ini, individu mengalami perubahan besar dari sisi biologis, psikologis, maupun sosial. Remaja mulai membentuk identitas diri, mencari pengakuan, dan belajar mengambil keputusan sendiri. Namun, kemampuan mengelola emosi dan stres sering kali belum berkembang secara optimal.

Akibatnya, banyak remaja memproses masalah dengan cara berpikir berulang, menganalisis secara berlebihan, dan membayangkan skenario terburuk. Jika tidak ditangani, kebiasaan ini dapat berkembang menjadi overthinking yang berdampak serius bagi kesehatan mental.

Penyebab Overthinking pada Remaja

Memahami penyebab overthinking pada remaja merupakan langkah awal yang penting untuk pencegahan dan penanganan. Berikut beberapa faktor utama yang sering memicu kondisi ini:

1. Tekanan Akademik dan Prestasi 

Tuntutan untuk berprestasi di sekolah sering menjadi sumber stres utama bagi remaja. Nilai akademik, peringkat kelas, ujian, hingga persiapan masa depan seperti kuliah atau karier membuat mereka terus memikirkan “bagaimana jika gagal?”. Tekanan ini dapat memicu overthinking, terutama pada remaja yang perfeksionis atau memiliki standar tinggi terhadap diri sendiri.

2. Pengaruh Media Sosial 

Media sosial memiliki dampak besar terhadap pola pikir remaja. Paparan terhadap kehidupan orang lain yang tampak sempurna sering menimbulkan perbandingan sosial. Remaja menjadi terlalu memikirkan penilaian orang lain, jumlah likes, komentar, atau citra diri di dunia maya. Hal ini menjadi salah satu penyebab overthinking pada remaja yang paling umum di era digital.

3. Kurangnya Kepercayaan Diri

Remaja yang belum mengenal dan menerima dirinya dengan baik cenderung mudah meragukan keputusan dan kemampuan diri. Rasa tidak aman ini membuat mereka terus mengulang pikiran negatif, mempertanyakan tindakan sendiri, dan takut melakukan kesalahan.

Editor : Aryafdillahi HS

Tags :
BERITA TERKAIT