Journaling dan Rasa Syukur
Salah satu teknik journaling yang efektif adalah gratitude journaling. Menuliskan hal-hal yang disyukuri setiap hari terbukti meningkatkan emosi positif dan membantu menjaga mood tetap stabil.
Journaling sebagai Bentuk Self-Care
Journaling bukan hanya tentang menyelesaikan masalah, tetapi juga bentuk perhatian terhadap diri sendiri. Meluangkan waktu beberapa menit untuk menulis adalah sinyal bahwa kamu peduli pada kesehatan mentalmu.
Baca Juga: Ngopi Jalan, Tabungan Aman: Cara Gen Z Kelola Keuangan
Cara Memulai Journaling agar Mood Lebih Baik
1. Tentukan Waktu yang Konsisten
Pilih waktu yang paling nyaman, misalnya pagi hari untuk menetapkan niat atau malam hari untuk refleksi. Konsistensi lebih penting daripada durasi.
2. Gunakan Media yang Nyaman
Kamu bisa menggunakan buku tulis, jurnal khusus, atau aplikasi digital. Tidak ada pilihan yang lebih baik—yang penting kamu merasa nyaman.
3. Mulai dengan Pertanyaan Sederhana
Jika bingung harus menulis apa, coba pertanyaan seperti:
- Apa yang aku rasakan hari ini?
- Hal apa yang paling memengaruhi mood-ku?
- Apa satu hal kecil yang patut disyukuri hari ini?
4. Jangan Menilai Tulisanmu
Tidak perlu memikirkan tata bahasa atau struktur. Journaling adalah ruang pribadi, bukan karya sastra.
Kesalahan Umum dalam Journaling yang Perlu Dihindari
- Terlalu memaksakan diri: Journaling seharusnya membantu, bukan menjadi beban.
- Tidak konsisten lalu menyerah: Perubahan mood membutuhkan proses.
- Membandingkan dengan orang lain: Setiap orang punya gaya journaling masing-masing.
Dengan menghindari kesalahan ini, manfaat Journaling: Kebiasaan Sederhana yang Bisa Mengubah Mood bisa kamu rasakan secara maksimal.
Apakah Journaling Cocok untuk Semua Orang?
Secara umum, journaling aman dan bermanfaat bagi banyak orang. Namun, bagi individu dengan trauma berat atau gangguan mental tertentu, journaling sebaiknya dilakukan dengan pendampingan profesional. Ini menunjukkan pentingnya pendekatan yang bertanggung jawab dan terpercaya dalam menjaga kesehatan mental.
Pengalaman Nyata: Journaling dalam Kehidupan Sehari-hari
Banyak orang melaporkan bahwa setelah rutin journaling selama beberapa minggu, mereka merasa lebih tenang, fokus, dan mampu mengelola emosi dengan lebih baik. Pengalaman langsung ini memperkuat bahwa journaling bukan sekadar tren, melainkan kebiasaan berbasis pengalaman nyata dan praktik yang dapat dipertanggungjawabkan.
Editor : Aryafdillahi HS