LABVIRAL

Fenomena “Cold Diuresis”: Alasan Kita Lebih Sering Pipis Saat Dingin

Fenomena “Cold Diuresis”: Alasan Kita Lebih Sering Pipis Saat Dingin (Sumber : pinterest / Dairysia)

2. Lansia

Sistem regulasi suhu tubuh pada lansia tidak seefektif usia muda.

3. Pendaki Gunung atau Wisatawan di Daerah Dingin

Paparan suhu rendah dalam waktu lama memperbesar respons tubuh.

Cara Mengurangi Frekuensi Pipis Saat Cuaca Dingin

Jika frekuensi buang air kecil terasa mengganggu, berikut beberapa langkah yang bisa membantu:

1. Gunakan Pakaian Hangat

Menjaga suhu tubuh tetap stabil dapat mengurangi respons vasokonstriksi berlebihan.

2. Tetap Terhidrasi dengan Cukup

Ironisnya, banyak orang justru mengurangi minum karena takut sering pipis. Padahal dehidrasi dapat memperburuk kondisi tubuh. Minumlah sesuai kebutuhan, tidak berlebihan namun juga tidak kekurangan.

3. Batasi Konsumsi Kafein

Kafein bersifat diuretik ringan yang dapat meningkatkan produksi urine.

4. Jaga Aktivitas Fisik

Bergerak membantu menjaga sirkulasi darah tetap optimal dan suhu tubuh lebih stabil.

Perbedaan Cold Diuresis dan Gangguan Kandung Kemih

Penting untuk membedakan Fenomena “Cold Diuresis”: Alasan Kita Lebih Sering Pipis Saat Dingin dengan kondisi medis lain.

Cold Diuresis Gangguan Kandung Kemih
Terjadi saat suhu dingin Terjadi kapan saja
Tidak disertai nyeri Sering disertai nyeri
Bersifat sementara Bisa menetap
Tidak ada perubahan warna urine Bisa ada perubahan warna

Jika frekuensi pipis kembali normal saat suhu menghangat, besar kemungkinan itu hanyalah cold diuresis.

Mengapa Memahami Cold Diuresis Itu Penting?

Memahami mekanisme tubuh membantu kita:

Editor : Aryafdillahi HS

Tags :
BERITA TERKAIT