LABVIRAL

Fenomena “Cold Diuresis”: Alasan Kita Lebih Sering Pipis Saat Dingin

Fenomena “Cold Diuresis”: Alasan Kita Lebih Sering Pipis Saat Dingin (Sumber : pinterest / Dairysia)
  • Menyaring lebih banyak cairan.
  • Menghasilkan lebih banyak urine.
  • Mengurangi volume darah agar tekanan kembali normal.

Inilah alasan utama mengapa kita lebih sering pipis saat kedinginan.

3. Berkurangnya Produksi Keringat

Saat cuaca panas, tubuh mengeluarkan cairan melalui keringat. Namun ketika dingin:

  • Produksi keringat menurun drastis.
  • Cairan yang biasanya keluar lewat kulit kini “dialihkan” melalui ginjal.

Akibatnya, frekuensi buang air kecil meningkat.

Apakah Cold Diuresis Berbahaya?

Dalam kondisi normal, cold diuresis bukanlah sesuatu yang berbahaya. Ini adalah mekanisme alami tubuh untuk menjaga keseimbangan tekanan darah dan suhu inti.

Namun, Anda perlu waspada jika sering pipis saat dingin disertai dengan:

  • Nyeri saat buang air kecil
  • Anyang-anyangan
  • Urine berwarna keruh atau berdarah
  • Rasa haus berlebihan
  • Penurunan berat badan tanpa sebab jelas

Gejala-gejala tersebut bisa mengarah pada infeksi saluran kemih, gangguan ginjal, atau masalah metabolik seperti diabetes.

Jika Anda ragu, konsultasikan dengan tenaga medis profesional untuk evaluasi lebih lanjut. Pendekatan ini penting untuk menjaga kesehatan secara menyeluruh dan sesuai prinsip kehati-hatian medis.

Baca Juga: Inspirasi Bekal ke Kantor: Hemat, Enak, dan Mudah Dibuat

Siapa yang Lebih Rentan Mengalami Cold Diuresis?

Meskipun semua orang bisa mengalaminya, beberapa kelompok cenderung lebih merasakan efeknya:

1. Orang dengan Tekanan Darah Tinggi

Perubahan volume darah bisa terasa lebih signifikan.

Editor : Aryafdillahi HS

Tags :
BERITA TERKAIT