LABVIRAL.COM - Pernahkah Anda merasa lebih sering bolak-balik ke toilet saat cuaca dingin? Entah ketika musim hujan, berada di ruangan ber-AC, atau saat berlibur ke daerah pegunungan, dorongan untuk buang air kecil terasa lebih sering dari biasanya. Kondisi ini dikenal dalam dunia medis sebagai Fenomena “Cold Diuresis”: Alasan Kita Lebih Sering Pipis Saat Dingin.
Meski terdengar sederhana, fenomena ini memiliki penjelasan ilmiah yang menarik dan berkaitan langsung dengan cara tubuh kita menjaga keseimbangan suhu dan cairan. Artikel ini akan membahas secara lengkap penyebabnya, bagaimana tubuh merespons suhu dingin, serta kapan kondisi ini masih tergolong normal atau perlu diwaspadai.
Apa Itu Cold Diuresis?
Cold diuresis adalah peningkatan produksi urine yang terjadi ketika tubuh terpapar suhu dingin. Istilah ini berasal dari kata “cold” (dingin) dan “diuresis” (peningkatan produksi urine).
Secara medis, kondisi ini merupakan respons alami tubuh terhadap perubahan suhu lingkungan. Jadi, jika Anda mengalami Fenomena “Cold Diuresis”: Alasan Kita Lebih Sering Pipis Saat Dingin, itu bukan berarti Anda memiliki masalah pada ginjal atau kandung kemih—selama tidak disertai gejala lain yang mengkhawatirkan.
Mengapa Udara Dingin Membuat Kita Lebih Sering Pipis?
Untuk memahami Fenomena “Cold Diuresis”: Alasan Kita Lebih Sering Pipis Saat Dingin, kita perlu melihat bagaimana tubuh bekerja saat menghadapi suhu rendah.
1. Penyempitan Pembuluh Darah (Vasokonstriksi)
Ketika suhu lingkungan turun, tubuh berusaha mempertahankan suhu inti agar tetap stabil. Salah satu caranya adalah dengan menyempitkan pembuluh darah di permukaan kulit (vasokonstriksi).
Akibatnya:
- Aliran darah ke kulit berkurang.
- Lebih banyak darah terkumpul di area pusat tubuh.
- Tekanan darah di bagian inti tubuh meningkat.
Peningkatan volume darah di pusat tubuh inilah yang memicu ginjal untuk bekerja lebih aktif.
2. Ginjal Mengurangi Volume Cairan
Saat volume darah di pusat tubuh meningkat, otak mengirimkan sinyal bahwa tubuh “kelebihan cairan”. Padahal sebenarnya, itu hanya akibat redistribusi aliran darah karena suhu dingin.
Ginjal kemudian merespons dengan:
Editor : Aryafdillahi HS