"Tidak ada yang nemper. Itu mobil 'mblusuk' tergelincir sendiri. Dimungkinkan faktor kelelahan nyetir"
Lebih lanjut Krisbiyantoro menjelaskan, bahwa mobil Fortuner datang dari arah barat masuk jalur hilir (arah Jakarta/Bandung). Dia juga mengatakan, Peristiwa masuknya Fortuner ke jalur kereta api merupakan mutlak tanggung jawab dari sopirnya.
Krisbiyantoro juga mengkonfirmasi, berdasarkan informasi dari Pusat Pengendalian Operasi Kereta Api, peristiwa tersebut berdampak pada keterlambatan perjalanan satu KA Barang yang tertahan di Stasiun Tambak.
Sementara untuk nasib mobil Fortuner sendiri sudah berhasil dievakuasi dengan satu unit crane yang didatangkan dari Tambak Banyumas.
Pernyataan Polisi
Menurut Kepala Kepolisian Sektor Sumpuih, Ajun Komisaris Yanto, sopir Fortuner sempat kabur, tapi dapat ditangkap tidak jauh dari lokasi.
Saat ini sopir sudah dimintai keterangan, tapi belim bisa memastikan, apakah sopir dalam pengaruh alkohol atau obat-obatan.***
Editor : Agus Surono