LABVIRAL.COM - Asam lambung naik merupakan keluhan yang cukup sering dialami. Kondisi ini terjadi ketika asam dan isi lambung kembali naik ke kerongkongan akibat katup di antara lambung dan kerongkongan tidak menutup dengan optimal.
Saat kambuh, seseorang dapat merasakan sensasi panas atau terbakar di dada, mual, muntah, perut terasa tidak nyaman hingga lebih sering bersendawa. Jika terjadi berulang, kondisi tersebut tentu dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.
Kabar baiknya, beberapa langkah sederhana dapat dilakukan untuk membantu meredakan keluhan. Berikut sejumlah cara yang bisa dicoba.
Baca Juga: 7 Tanda Bisnis Kecil Kamu Sudah Siap Naik Kelas, Bukan Sekadar Cari Untung
1. Longgarkan pakaian
Pakaian yang terlalu ketat, terutama di bagian perut, dapat memberikan tekanan tambahan pada lambung. Kondisi tersebut berpotensi membuat isi lambung lebih mudah naik ke kerongkongan.
Saat gejala muncul, coba longgarkan ikat pinggang atau pakaian yang terasa menekan bagian perut. Langkah sederhana ini dapat membuat tubuh terasa lebih nyaman.
2. Tinggikan posisi kepala saat berbaring
Asam lambung lebih mudah naik ketika tubuh berada dalam posisi telentang. Karena itu, apabila gejala muncul ketika sedang beristirahat, posisi kepala dapat dibuat lebih tinggi.
Gunakan bantal atau penyangga sehingga bagian kepala dan dada berada lebih tinggi daripada perut. Cara ini terutama dapat membantu mengurangi keluhan yang muncul pada malam hari.
3. Cobalah berbaring miring ke kiri
Posisi tidur juga dapat memengaruhi kemungkinan asam lambung kembali naik. Berbaring dengan posisi miring ke kiri dapat membantu mengurangi refluks pada sebagian orang.
Jika asam lambung sering kambuh ketika tidur, posisi ini bisa dicoba sebagai salah satu cara sederhana untuk membuat gejala lebih terkendali.
Baca Juga: Anak Susah Lepas dari Gadget? Bunda Bisa Coba 5 Kebiasaan Sederhana Ini di Rumah
4. Kunyah permen karet bebas gula
Mengunyah permen karet dapat merangsang produksi air liur. Air liur kemudian membantu membersihkan dan mengencerkan asam yang mungkin sudah mencapai kerongkongan.
Jika ingin mencobanya, pilih permen karet bebas gula agar tidak meningkatkan risiko masalah pada gigi.
5. Pilih makanan yang lebih ramah bagi lambung
Ketika asam lambung sedang bermasalah, pilihan makanan menjadi penting. Makanan tinggi lemak cenderung membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna dan pada sebagian orang dapat memperburuk refluks.
Sebaliknya, makanan yang mengandung serat dapat menjadi pilihan. Beberapa contohnya adalah wortel, ubi jalar, kembang kol, semangka, dan kacang hijau.
Namun, respons setiap orang terhadap makanan bisa berbeda. Karena itu, perhatikan makanan tertentu yang terbukti membuat gejala Anda semakin sering kambuh.
6. Konsumsi jahe secukupnya
Jahe telah lama digunakan sebagai bahan alami untuk membantu mengatasi berbagai keluhan pencernaan. Kandungan senyawa di dalamnya juga memiliki sifat antioksidan dan antiradang.
Baca Juga: Pentingnya Peran Ibu Menjadi Pendamping Terbaik Anak di Era Digital dan Kemajuan Teknologi
Salah satu cara sederhana adalah membuat minuman jahe hangat. Jahe yang sudah diiris atau diparut dapat diseduh dengan air panas selama beberapa menit.
Meski demikian, konsumsi jahe sebaiknya tidak berlebihan, terutama bagi ibu hamil atau orang yang memiliki kondisi kesehatan tertentu.
7. Yoghurt bisa menjadi pilihan
Yoghurt mengandung probiotik yang dapat membantu menjaga keseimbangan mikroorganisme di saluran pencernaan.
Bagi sebagian orang, yoghurt dapat menjadi bagian dari pola makan yang lebih ramah bagi sistem pencernaan. Pilih yoghurt rendah lemak dan perhatikan kandungan gulanya.
Jika justru membuat gejala semakin parah, sebaiknya hentikan konsumsinya dan pilih makanan lain yang lebih cocok.
8. Konsumsi makanan dalam porsi yang tidak berlebihan
Selain jenis makanan, jumlah dan pola makan juga perlu diperhatikan. Makan dalam jumlah terlalu banyak dapat membuat lambung lebih penuh dan meningkatkan kemungkinan terjadinya refluks.
Cobalah makan dengan porsi secukupnya dan teratur. Hindari langsung berbaring setelah makan karena posisi tersebut dapat mempermudah isi lambung kembali naik ke kerongkongan.
9. Perhatikan kebiasaan yang dapat memicu asam lambung
Mengatasi asam lambung bukan hanya soal apa yang dikonsumsi ketika gejala muncul. Kebiasaan sehari-hari juga perlu diperhatikan.
Beberapa hal yang dapat dilakukan antara lain mengurangi makanan berlemak, menghindari makanan atau minuman yang menjadi pemicu pribadi, tidak langsung berbaring setelah makan, serta berhenti merokok.
Mencatat makanan dan kebiasaan yang muncul sebelum gejala kambuh juga dapat membantu menemukan pemicunya.
10. Gunakan obat bila diperlukan
Jika perubahan pola hidup belum cukup membantu, obat-obatan tertentu dapat digunakan untuk meredakan gejala asam lambung.
Antasida, misalnya, bekerja dengan menetralkan asam lambung sehingga dapat membantu meredakan keluhan. Sementara itu, obat golongan antagonis H2 bekerja dengan menekan produksi asam lambung.
Penggunaan obat sebaiknya tetap memperhatikan aturan pakai pada kemasan atau anjuran tenaga medis, terutama jika keluhan sering kambuh atau membutuhkan obat secara terus-menerus.
Baca Juga: Mengapa Banyak UMKM Sulit Naik Kelas? Ternyata Bukan Sekadar Soal Modal
Jangan Abaikan Jika Asam Lambung Sering Kambuh
Asam lambung yang sesekali kambuh mungkin dapat diredakan dengan perubahan posisi, pola makan, dan kebiasaan sehari-hari. Namun, jika keluhan terjadi berulang atau tidak membaik meski sudah melakukan berbagai upaya, sebaiknya konsultasikan kepada dokter.
Pemeriksaan diperlukan untuk memastikan apakah keluhan hanya berkaitan dengan refluks asam lambung atau terdapat kondisi lain yang membutuhkan penanganan.
Terlebih jika muncul gejala yang lebih serius seperti kesulitan menelan, muntah darah, atau keluhan yang semakin berat. Kondisi tersebut membutuhkan pemeriksaan medis dan tidak sebaiknya hanya ditangani sendiri di rumah.
Intinya, menjaga pola makan, menghindari pemicu, tidak langsung berbaring setelah makan, serta mempertahankan berat badan dan gaya hidup yang sehat dapat menjadi bagian penting dalam mengendalikan asam lambung.***
Editor : Aryafdillahi HS