LABVIRAL.COM - Banyak pemilik rumah merasa khawatir ketika melihat proses awal pembangunan rumahnya. Salah satu pertanyaan yang paling sering muncul adalah: mengapa pondasi rumah terlihat kecil saat dibangun, namun terasa besar setelah selesai? Kekhawatiran ini wajar, terutama bagi orang yang baru pertama kali membangun rumah dan belum memiliki pengalaman di dunia konstruksi.
Artikel ini akan membahas fenomena tersebut secara teknis namun mudah dipahami, berdasarkan pengalaman lapangan, prinsip teknik sipil, serta praktik konstruksi yang umum digunakan oleh para profesional.
Dengan memahami penjelasannya, Anda tidak hanya akan merasa lebih tenang, tetapi juga lebih percaya diri dalam mengawasi pembangunan rumah Anda.
Baca Juga: Cara Cerdas Membagi Gaji Bulanan untuk Kebutuhan, Tabungan, dan Hiburan
Pemahaman Dasar tentang Pondasi Rumah
Apa Fungsi Utama Pondasi?
Pondasi adalah elemen struktural paling penting pada sebuah bangunan. Fungsinya adalah:
- Menyalurkan beban bangunan ke tanah
- Menjaga kestabilan dan kekuatan struktur
- Mencegah penurunan tanah yang tidak merata
Secara teknis, pondasi tidak dirancang berdasarkan tampilan visual, melainkan berdasarkan perhitungan beban, kondisi tanah, dan standar keamanan.
Jenis Pondasi yang Umum Digunakan
Beberapa jenis pondasi rumah tinggal yang sering digunakan antara lain:
- Pondasi batu kali
- Pondasi tapak
- Pondasi sloof beton bertulang
Pada tahap awal, biasanya yang terlihat hanyalah bagian bawah dari sistem pondasi tersebut.
Baca Juga: Sekadar Hiburan atau Kebutuhan? Pentingnya Hobi bagi Kesehatan Mental
Mengapa Pondasi Rumah Terlihat Kecil Saat Dibangun?
1. Efek Visual Tanpa Pembanding
Saat pembangunan baru dimulai, area di sekitar pondasi masih kosong. Tidak ada dinding, lantai, atau atap yang menjadi pembanding ukuran. Akibatnya, pondasi terlihat kecil dan tipis, padahal secara dimensi sudah sesuai perhitungan.
Editor : Aryafdillahi HS