LABVIRAL

Mengenal Diet IF: Metode Puasa Berkala untuk Menurunkan Berat Badan

Mengenal Diet IF: Metode Puasa Berkala untuk Menurunkan Berat Badan (Sumber : PIXABAY / Elf-Moondance)

LABVIRAL.COM - Diet Intermittent Fasting (IF) semakin populer sebagai metode penurunan berat badan yang dinilai praktis dan fleksibel. Tidak seperti diet ketat yang mengatur jenis makanan secara ekstrem, diet IF lebih menekankan pengaturan waktu makan. Banyak orang tertarik karena metode ini dianggap lebih realistis untuk dijalani dalam jangka panjang.

Artikel ini akan membahas secara lengkap Mengenal Diet IF: Metode Puasa Berkala untuk Menurunkan Berat Badan, mulai dari pengertian, cara kerja, manfaat, hingga tips aman menjalankannya berdasarkan pengalaman praktis dan pengetahuan gizi yang kredibel.

Baca Juga: Perkiraan Awal Puasa Ramadhan 2026: Simak Jadwal dan Penentuannya

Apa Itu Diet Intermittent Fasting (IF)?

Intermittent Fasting adalah pola makan yang mengatur siklus antara waktu makan dan waktu puasa. Selama periode puasa, tubuh tidak menerima asupan kalori atau hanya dalam jumlah sangat minimal (misalnya dari air putih, teh tanpa gula, atau kopi hitam).

Berbeda dengan puasa keagamaan, diet IF bertujuan untuk:

  • Mengoptimalkan metabolisme tubuh
  • Mengontrol asupan kalori
  • Membantu pembakaran lemak secara lebih efisien

Pendekatan ini telah banyak dipelajari dalam dunia kesehatan dan gizi, serta diterapkan oleh praktisi kebugaran dan tenaga medis sebagai salah satu strategi manajemen berat badan.

Cara Kerja Diet IF dalam Menurunkan Berat Badan

Untuk benar-benar mengenal Diet IF: Metode Puasa Berkala untuk Menurunkan Berat Badan, penting memahami mekanisme tubuh saat berpuasa.

1. Penurunan Kadar Insulin

Saat tidak makan selama beberapa jam, kadar insulin dalam darah menurun. Kondisi ini memudahkan tubuh membakar lemak yang tersimpan sebagai sumber energi.

Baca Juga: Journaling: Kebiasaan Sederhana yang Bisa Mengubah Mood

2. Peralihan Sumber Energi

Tubuh biasanya menggunakan glukosa dari makanan sebagai energi. Ketika glukosa habis, tubuh beralih ke lemak, sehingga proses penurunan berat badan dapat terjadi secara alami.

Editor : Aryafdillahi HS

Tags :
BERITA TERKAIT