LABVIRAL

Waspada Virus Nipah, Penyakit Berbahaya yang Masih Jarang Dikenal

ilustrasi Waspada Virus Nipah, Penyakit Berbahaya yang Masih Jarang Dikenal (Sumber : PIXABAY / geralt)

LABVIRAL.COM - Virus Nipah merupakan salah satu penyakit zoonosis paling berbahaya di dunia, namun masih jarang dikenal oleh masyarakat luas.

Tingkat fatalitasnya yang tinggi, potensi penularan antar manusia, serta belum adanya obat atau vaksin spesifik menjadikan penyakit ini ancaman serius bagi kesehatan global.

Karena itu, Waspada Virus Nipah, Penyakit Berbahaya yang Masih Jarang Dikenal bukan sekadar judul, tetapi pesan penting yang perlu dipahami bersama.

Artikel ini akan membahas secara komprehensif apa itu virus Nipah, cara penularannya, gejala, risiko, serta langkah pencegahan yang bisa dilakukan masyarakat.

Baca Juga: Minum Kopi Lebih dari Satu Gelas Sehari? Ini Bahaya yang Jarang Disadari

Apa Itu Virus Nipah?

Virus Nipah (Nipah virus/NiV) adalah virus zoonosis yang pertama kali teridentifikasi pada tahun 1998 di Malaysia. Virus ini termasuk dalam keluarga Paramyxoviridae dan genus Henipavirus.

Hewan pembawa alami virus Nipah adalah kelelawar buah (Pteropus), yang sering disebut sebagai flying fox.

Yang membuat virus Nipah sangat berbahaya adalah kemampuannya untuk berpindah dari hewan ke manusia, bahkan menular antar manusia, serta menyebabkan penyakit dengan tingkat kematian yang tinggi, berkisar antara 40–75 persen, tergantung pada kualitas layanan kesehatan dan kecepatan penanganan.

Mengapa Virus Nipah Perlu Diwaspadai?

1. Tingkat Kematian yang Tinggi

Tidak seperti flu atau penyakit virus umum lainnya, infeksi virus Nipah dapat berkembang dengan cepat menjadi kondisi serius seperti ensefalitis (radang otak) dan gangguan pernapasan akut.

2. Belum Ada Obat dan Vaksin Spesifik

Hingga saat ini, belum tersedia obat antivirus atau vaksin khusus untuk virus Nipah. Penanganan yang dilakukan masih bersifat suportif, yaitu meredakan gejala dan menjaga kondisi pasien tetap stabil.

Editor : Aryafdillahi HS

Tags :
BERITA TERKAIT