LABVIRAL

Ibu Sering Merasa Lelah Mengurus Anak? Ternyata Ada Alasannya

Ibu Bisa Merasa Lelah Mengurus Anak, dan Itu Bukan Berarti Tidak Sayang (Sumber : pinterest.com)

LABVIRAL.COM - Menjadi ibu sering kali identik dengan sosok yang selalu siap untuk keluarga. Mulai dari menyiapkan kebutuhan anak, mengurus rumah, menemani belajar, memastikan anak makan, hingga memikirkan berbagai keperluan keluarga untuk hari berikutnya.

Rutinitas tersebut bisa berlangsung setiap hari tanpa benar-benar memiliki waktu berhenti. Tidak sedikit ibu yang akhirnya merasa lelah, mudah marah, kehilangan energi, atau sekadar ingin memiliki waktu untuk dirinya sendiri.

Kondisi tersebut terkadang justru diikuti rasa bersalah karena merasa seharusnya seorang ibu selalu bahagia ketika mengurus anak.

Baca Juga: 7 Tanda Bisnis Kecil Kamu Sudah Siap Naik Kelas, Bukan Sekadar Cari Untung

Padahal, merasa lelah dalam menjalani peran sebagai orang tua merupakan hal yang wajar.

UNICEF menjelaskan bahwa menjadi orang tua dapat menghadirkan beragam emosi, mulai dari bahagia dan penuh kasih sayang hingga rasa cemas dan takut. Stres juga merupakan reaksi normal yang dapat dialami orang tua.

Namun, stres yang terlalu tinggi atau berlangsung terlalu lama dapat menyebabkan kelelahan hingga burnout.

Mengurus Anak Bukan Hanya Menguras Tenaga

Kelelahan seorang ibu tidak selalu terlihat dari aktivitas fisik. Ada pula berbagai hal yang harus terus dipikirkan. Misalnya, memastikan anak sudah makan, menyiapkan perlengkapan sekolah, mengingat jadwal kegiatan anak, mengatur pekerjaan rumah, hingga memikirkan kebutuhan keluarga.

Berbagai pekerjaan tersebut mungkin terlihat sederhana jika dilakukan satu per satu. Namun, ketika semuanya harus dipikirkan secara bersamaan dan berulang setiap hari, beban tersebut dapat terasa berat.

Kementerian Kesehatan juga mencatat bahwa tuntutan pekerjaan, rumah tangga, dan pengasuhan dapat menjadi pemicu stres pada ibu, terutama bagi ibu yang menjalankan peran ganda sebagai pekerja sekaligus pengasuh anak.

Karena itu, ketika seorang ibu mengatakan dirinya lelah, kondisi tersebut tidak selalu berarti ia tidak menikmati perannya sebagai orang tua. Bisa jadi, ia hanya membutuhkan waktu untuk beristirahat.

Baca Juga: Kenapa Konten Viral Cepat Dilupakan? Ini Penjelasan Psikologinya

Tidak Harus Selalu Menjadi Ibu yang Sempurna

Keinginan untuk menjadi orang tua yang baik terkadang justru membuat seorang ibu memberikan tuntutan yang terlalu besar kepada dirinya sendiri.

Ibu merasa harus selalu sabar ketika menghadapi anak, menyediakan makanan terbaik, menjaga rumah tetap rapi, mendampingi anak belajar, sekaligus tetap memiliki energi untuk menjalankan berbagai aktivitas lainnya.

UNICEF secara khusus mengingatkan orang tua untuk tidak terlalu keras kepada diri sendiri. Mengasuh anak merupakan pekerjaan yang berat dan meluangkan waktu untuk diri sendiri bukanlah sebuah kemewahan, melainkan bagian penting dari menjaga kesejahteraan diri.

Artinya, mengambil jeda bukan berarti seorang ibu mengabaikan anak. Sebaliknya, kondisi fisik dan emosional orang tua juga dapat memengaruhi kemampuan mereka dalam menjalankan pengasuhan.

Saatnya Berani Meminta Bantuan

Salah satu hal yang dapat dilakukan ketika mulai merasa kewalahan adalah meminta bantuan. Tidak harus selalu berupa bantuan besar. Pasangan dapat mengambil bagian dalam pekerjaan rumah atau menemani anak. Anggota keluarga juga dapat membantu ketika memang tersedia.

Dengan adanya pembagian tugas, ibu tidak harus merasa bahwa seluruh tanggung jawab keluarga berada di pundaknya.

UNICEF menekankan bahwa perjalanan menjadi orang tua bukan perjalanan yang harus dilakukan sendirian. Dukungan sosial menjadi salah satu hal penting ketika orang tua menghadapi tekanan dalam pengasuhan.

Baca Juga: Kenapa Konten Viral Cepat Dilupakan? Ini Penjelasan Psikologinya

Bantuan juga tidak selalu harus datang dari keluarga. Ketika stres mulai terasa sulit dikendalikan atau mengganggu kehidupan sehari-hari, berbicara dengan tenaga profesional dapat menjadi pilihan.

Merawat Diri Tidak Harus Mahal

Self-care sering kali dianggap membutuhkan waktu khusus atau biaya besar. Padahal, merawat diri dapat dilakukan melalui aktivitas sederhana.

Berjalan kaki sebentar, menikmati minuman kesukaan, membaca buku, mendengarkan musik, berbicara dengan teman, atau sekadar mendapatkan waktu tidur yang cukup dapat menjadi kesempatan bagi tubuh dan pikiran untuk beristirahat.

UNICEF menyebut aktivitas sederhana seperti berjalan kaki, minum teh, atau melakukan latihan pernapasan dapat membantu seseorang mengelola stres. Yang tidak kalah penting, aktivitas tersebut sebaiknya memang direncanakan dan diberikan ruang dalam rutinitas sehari-hari.

Bermain bersama anak juga dapat menjadi salah satu cara sederhana untuk mengurangi tekanan. Aktivitas seperti bermain, menari, atau bernyanyi bersama dapat menciptakan momen positif bagi orang tua sekaligus mempererat hubungan dengan anak.

Ibu Juga Manusia

Pada akhirnya, menjadi ibu tidak membuat seseorang kehilangan hak untuk merasa lelah, kesal, sedih, atau membutuhkan waktu sendiri.

Ada hari ketika seorang ibu mampu menjalankan berbagai aktivitas dengan baik. Namun, ada pula hari ketika menyelesaikan pekerjaan paling sederhana saja terasa berat.

Keduanya merupakan bagian dari perjalanan menjadi orang tua. Yang perlu diingat, merasa lelah bukan berarti tidak mencintai anak. Meminta bantuan bukan berarti gagal menjadi ibu. Dan mengambil waktu untuk diri sendiri bukan berarti egois.

Justru dengan menjaga kondisi fisik dan emosionalnya, seorang ibu memiliki kesempatan untuk kembali menjalankan peran pengasuhan dengan lebih baik.

Sebab, anak tidak membutuhkan ibu yang selalu sempurna. Anak membutuhkan orang tua yang hadir, menyayangi mereka, dan juga mampu menjaga dirinya sendiri.***

Editor : Aryafdillahi HS

Tags :
BERITA TERKAIT