- 2 gelas saat berbuka
- 4 gelas di malam hari
- 2 gelas saat sahur
Hindari minuman bersoda dan berkafein tinggi.
Baca Juga: Cara Efektif Mengatasi Tantrum Tanpa Kekerasan: Panduan Lengkap untuk Orang Tua
4. Hindari Tidur Setelah Sahur
Langsung berbaring setelah makan bisa memicu naiknya asam lambung. Beri jeda minimal 30–60 menit sebelum kembali tidur.
5. Konsumsi Jahe atau Madu
Jahe dikenal memiliki efek anti-mual alami. Anda bisa mengonsumsinya dalam bentuk air jahe hangat saat berbuka atau sahur. Madu juga dapat membantu menenangkan lambung.
6. Kelola Stres
Stres dapat meningkatkan produksi asam lambung. Cobalah teknik relaksasi seperti pernapasan dalam, dzikir, atau peregangan ringan.
Kapan Harus Waspada?
Walaupun umumnya ringan, mual saat puasa perlu diperhatikan jika disertai gejala berikut:
- Muntah terus-menerus
- Nyeri perut hebat
- Muntah darah
- Pusing berat hingga hampir pingsan
Jika gejala tersebut muncul, sebaiknya konsultasikan ke tenaga medis. Puasa tetap penting, tetapi kesehatan harus menjadi prioritas.
Tips Pencegahan Agar Tidak Sering Mual Saat Puasa
Agar ibadah tetap nyaman, lakukan langkah pencegahan berikut:
- Jangan lewatkan sahur
- Hindari makan berlebihan saat berbuka
- Batasi konsumsi kopi
- Perbanyak sayur dan buah
- Cukupi cairan
- Hindari makanan cepat saji
Dengan menerapkan kebiasaan sehat ini, risiko mual bisa berkurang secara signifikan.
Sering Mual Saat Puasa? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya Berdasarkan Pengalaman Praktis
Berdasarkan pengalaman banyak orang yang rutin berpuasa, perubahan kecil pada pola makan memberikan dampak besar. Misalnya, mengganti gorengan dengan sup hangat atau mengurangi kopi saat sahur sering kali sudah cukup untuk mengurangi mual secara signifikan.
Editor : Aryafdillahi HS