LABVIRAL

Sering Merasa Mual dan Perih Setelah Makan? Hindari 5 Makanan Pemicu Maag Ini

Sering Merasa Mual dan Perih Setelah Makan? Hindari 5 Makanan Pemicu Maag Ini (Sumber : pexels.com/cottonbro studio)

Kandungan capsaicin dalam cabai dapat memperlambat proses pencernaan sehingga makanan lebih lama berada di lambung. Akibatnya, produksi asam lambung dapat meningkat dan menimbulkan rasa perih atau mual setelah makan.

Tips: Jika sulit menghindari makanan pedas sepenuhnya, cobalah mengurangi tingkat kepedasan secara bertahap.

Baca Juga: 8 Fakta Ragdoll Cat, Salah Satu Kucing Tercantik di Dunia yang Ramah dan Menggemaskan

2. Makanan Gorengan dan Berlemak Tinggi

Gorengan memang menggugah selera, tetapi makanan ini termasuk salah satu penyebab umum maag kambuh. Kandungan lemak yang tinggi membuat lambung bekerja lebih keras untuk mencerna makanan.

Proses pencernaan yang lebih lambat dapat meningkatkan risiko naiknya asam lambung ke kerongkongan. Selain itu, makanan berlemak juga dapat menyebabkan rasa begah dan tidak nyaman setelah makan.

Contoh makanan yang perlu dibatasi:

  • Gorengan
  • Ayam goreng tepung
  • Kentang goreng
  • Makanan cepat saji
  • Kulit ayam

3. Kopi dan Minuman Berkafein

Banyak orang memulai hari dengan secangkir kopi. Namun bagi penderita maag, konsumsi kopi berlebihan dapat menjadi masalah.

Kafein diketahui dapat merangsang produksi asam lambung sehingga meningkatkan risiko munculnya gejala seperti mual, perih, dan sensasi panas di dada.

Selain kopi, minuman yang mengandung kafein antara lain:

  • Teh hitam
  • Minuman energi
  • Soda tertentu
  • Cokelat dalam jumlah besar

Tips: Pilih kopi rendah kafein atau konsumsi setelah makan untuk mengurangi risiko iritasi lambung.

Editor : Aryafdillahi HS

Tags :
BERITA TERKAIT