LABVIRAL.COM - Banyak orang Indonesia terbiasa minum air es setiap hari, terutama di cuaca panas atau setelah makan.
Namun, tidak sedikit pula yang percaya bahwa kebiasaan ini bisa menyebabkan radang, mulai dari radang tenggorokan hingga peradangan dalam tubuh.
Pertanyaannya, Mitos atau Fakta: Apakah Kebiasaan Minum Air Es Bisa Picu Radang? Artikel ini akan membahasnya secara ilmiah, objektif, dan mudah dipahami.
Baca Juga: Memahami Inner Child: Kunci Penyembuhan Luka Emosional Masa Kecil
Mengapa Minum Air Es Sering Dikaitkan dengan Radang?
Kepercayaan bahwa air es menyebabkan radang sudah lama berkembang di masyarakat. Biasanya, anggapan ini muncul karena beberapa pengalaman berikut:
- Tenggorokan terasa tidak nyaman setelah minum air dingin
- Suara menjadi serak
- Batuk atau pilek muncul setelahnya
Dari pengalaman tersebut, banyak orang langsung menyimpulkan bahwa air es adalah penyebab radang. Namun, apakah kesimpulan ini didukung oleh ilmu medis?
Apa Itu Radang dalam Dunia Medis?
Sebelum menjawab Mitos atau Fakta: Apakah Kebiasaan Minum Air Es Bisa Picu Radang?, penting memahami arti radang itu sendiri.
Pengertian Radang (Inflamasi)
Radang atau inflamasi adalah respons alami sistem kekebalan tubuh terhadap cedera, infeksi, atau iritasi. Penyebab utamanya meliputi:
- Infeksi bakteri atau virus
- Cedera jaringan
- Paparan zat iritan
- Penyakit autoimun
Radang bukan disebabkan oleh suhu air, melainkan oleh reaksi biologis dalam tubuh.
Mitos atau Fakta: Apakah Kebiasaan Minum Air Es Bisa Picu Radang?
Jawaban Singkat: MITOS
Secara medis, tidak ada bukti ilmiah kuat yang menyatakan bahwa minum air es dapat langsung menyebabkan radang, baik di tenggorokan maupun organ lain.
Editor : Aryafdillahi HS