LABVIRAL

Apa Itu Bekam? Kenali Manfaat, Cara Kerja, dan Efek Sampingnya

Apa Itu Bekam? Kenali Manfaat, Cara Kerja, dan Efek Sampingnya (Sumber : PIXABAY / Pusteblume0815)
  • perbanyak minum air putih;
  • istirahat yang cukup;
  • hindari aktivitas fisik berat selama beberapa jam jika tubuh masih terasa pegal;
  • jaga kebersihan area bekam, terutama pada bekam basah;
  • segera konsultasikan ke tenaga kesehatan jika muncul tanda infeksi seperti nyeri hebat, bengkak, keluar nanah, atau demam.

Apakah Bekam Sudah Terbukti Secara Ilmiah?

Hingga saat ini, penelitian mengenai bekam masih terus berkembang.

Beberapa studi menunjukkan bahwa terapi bekam dapat membantu mengurangi nyeri otot, nyeri punggung, atau sakit kepala tertentu pada sebagian orang. Namun, kualitas bukti ilmiah masih bervariasi dan diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memastikan manfaatnya pada berbagai kondisi kesehatan.

Karena itu, bekam sebaiknya dipandang sebagai terapi komplementer, bukan pengganti pengobatan medis yang telah terbukti efektif. Jika Anda memiliki keluhan kesehatan yang serius atau berkepanjangan, tetap lakukan pemeriksaan dan ikuti anjuran tenaga medis.

Tips Memilih Terapis Bekam yang Aman

Agar terapi lebih aman, perhatikan beberapa hal berikut:

  • pilih praktisi yang memiliki pelatihan atau sertifikasi sesuai ketentuan yang berlaku;
  • pastikan alat yang digunakan steril atau sekali pakai;
  • perhatikan kebersihan tempat praktik;
  • jangan ragu bertanya mengenai prosedur yang akan dilakukan;
  • hindari tempat yang mengabaikan standar kebersihan.

Memilih terapis yang profesional dapat membantu mengurangi risiko komplikasi selama maupun setelah terapi.

Baca Juga: 5 Cara Efektif Hilangkan Minyak di Panci, Sudah Kamu Coba? Ini Trik Mudah agar Panci Kembali Bersih dan Kinclong

Memahami Apa Itu Bekam? Kenali Manfaat, Cara Kerja, dan Efek Sampingnya sangat penting sebelum memutuskan menjalani terapi ini. Bekam merupakan terapi tradisional yang menggunakan tekanan vakum pada kulit dan banyak dimanfaatkan untuk membantu meredakan nyeri otot, memberikan efek relaksasi, serta meningkatkan aliran darah lokal.

Meski memiliki sejumlah manfaat potensial, terapi bekam juga memiliki risiko seperti memar, nyeri ringan, hingga infeksi jika prosedurnya tidak dilakukan dengan benar. Oleh sebab itu, bekam sebaiknya dilakukan oleh praktisi yang kompeten dengan peralatan yang steril. Selain itu, terapi ini tidak menggantikan pemeriksaan maupun pengobatan medis, terutama bagi penderita penyakit tertentu.

Dengan memahami manfaat, keterbatasan, dan risikonya, kamu dapat mengambil keputusan yang lebih tepat dan aman terkait penggunaan terapi bekam sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan.

Jika kamu tertarik mencoba bekam, pastikan memilih tempat praktik yang terpercaya dan mengutamakan kebersihan. Jangan ragu berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu, terutama jika memiliki kondisi kesehatan tertentu atau sedang menjalani pengobatan. Bagikan artikel ini kepada keluarga dan teman agar semakin banyak orang memahami manfaat serta risiko bekam secara tepat.***

Editor : Aryafdillahi HS

Tags :
BERITA TERKAIT