Saat berlari atau berenang, hampir seluruh tubuh bergerak secara aktif sehingga kebutuhan energi jauh lebih besar. Sebaliknya, saat plank tubuh cenderung diam meskipun otot bekerja keras menahan beban.
Meski demikian, bukan berarti plank kurang efektif. Latihan ini membantu membangun otot yang nantinya dapat meningkatkan metabolisme tubuh dalam jangka panjang.
Baca Juga: 10 Rekomendasi Gunung untuk Liburan Anak, Aman, Indah, dan Cocok untuk Keluarga
Faktor yang Memengaruhi Kalori yang Terbakar Saat Plank
Jumlah kalori yang terbakar tidak sama pada setiap orang. Berikut beberapa faktor yang memengaruhinya.
1. Berat Badan
Semakin berat tubuh seseorang, semakin besar energi yang diperlukan untuk menopang berat badan selama plank.
Misalnya, seseorang dengan berat badan 85 kg umumnya akan membakar lebih banyak kalori dibandingkan orang dengan berat 55 kg dalam durasi latihan yang sama.
2. Massa Otot
Orang yang memiliki massa otot lebih tinggi biasanya membakar kalori lebih banyak karena otot membutuhkan energi lebih besar dibandingkan lemak.
3. Durasi Latihan
Semakin lama plank dilakukan, semakin besar pula energi yang digunakan. Namun, penting untuk tetap menjaga teknik agar tidak mengalami cedera.
4. Variasi Plank
Plank memiliki berbagai variasi, seperti:
- Side plank
- High plank
- Plank shoulder tap
- Plank jack
- Plank dengan leg raise
Variasi yang melibatkan gerakan tambahan biasanya membakar lebih banyak kalori dibanding plank statis.
Editor : Aryafdillahi HS